Banda Aceh, Rabu 3 September 2025 – Direktorat Kewirausahaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala (USK) menjalin kolaborasi strategis dengan Ventures Forum #Chapter Aceh dalam kegiatan “Penguatan Literasi Modal Ventura dan Ekosistem Startup: From Seed to Scale” yang berlangsung di Auditorium FMIPA USK. Acara ini menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor, mulai dari Komdigi (Komunitas Digital Indonesia), Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Gencarkan, Indigo (Telkom Indonesia), hingga komunitas Startup Banda Aceh. Kehadiran para mitra ini memperkuat nilai forum sebagai wadah kolaboratif antara akademisi, regulator, pelaku industri, dan komunitas wirausaha muda.

Forum ini dirancang untuk memperluas literasi kewirausahaan khususnya terkait pendanaan melalui modal ventura, yang selama ini masih relatif baru dikenal di Aceh. Tema From Seed to Scale dipilih untuk menekankan proses transformasi startup dari tahap awal (seed stage) hingga mampu berkembang menjadi usaha berskala besar (scale-up). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi nasional dan lokal, yakni Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si. (Kepala Kewirausahaan USK), Ketua Komdigi, ketua Amvesindo, Kepala OJK Provinsi Aceh, Gencarkan, Indigo (Telkom Indonesia), BAPPEDA Aceh, serta Ventures Forum #Chapter Aceh.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi bisnis, investor, hingga pelaku startup lokal. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya minat generasi muda Aceh dalam memahami seluk-beluk modal ventura sebagai instrumen penting dalam pertumbuhan bisnis rintisan.

Forum ini dibuka oleh Prof. Dr. Rahmat Fadhil,S. T.P., M. Sc yang menekankan pentingnya literasi modal ventura bagi wirausaha muda Aceh. Menurutnya, USK berkomitmen menjadi katalis yang menghubungkan mahasiswa dan startup dengan dunia industri serta investor, sehingga ide-ide kreatif dapat berkembang dari tahap seed hingga scale-up.

Dilanjutkan oleh Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., Kepala Kewirausahaan USK, yang menjelaskan berbagai program inkubasi, pendampingan, dan kolaborasi yang sudah dijalankan di USK. Ia menegaskan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam forum Para narasumber menegaskan pentingnya literasi modal ventura, peran universitas sebagai inkubator, serta transformasi digital untuk memperkuat daya saing startup. Amvesindo dan OJK menyoroti pendanaan serta tata kelola yang transparan, sementara Gencarkan dan Indigo menekankan kolaborasi komunitas dan dukungan program inkubasi. Founder Startup Banda Aceh berbagi pengalaman nyata membangun usaha lokal, dan Ventures Forum #Chapter Aceh menutup dengan ajakan kolaborasi lintas sektor agar ekosistem startup Aceh tumbuh dari seed hingga scale-up.

Selain sesi diskusi, acara ini juga menghadirkan sharing experience dari founder startup yang telah berhasil memperoleh pendanaan dan mengembangkan usahanya. Harapannya, pengalaman nyata tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus panduan praktis bagi generasi muda Aceh dalam membangun usaha rintisan yang berdaya saing. Mahasiswa USK aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Salah satunya menanyakan bagaimana cara startup pemula bisa menarik perhatian investor meskipun masih berada di tahap awal pengembangan produk. Pertanyaan tersebut dijawab oleh perwakilan Amvesindo yang menegaskan pentingnya memiliki model bisnis yang jelas, tim yang solid, serta visi jangka panjang yang dapat meyakinkan calon investor.

Melalui forum ini, USK menegaskan perannya sebagai katalis dalam menghubungkan dunia akademik dengan industri, serta mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan yang kokoh di Aceh.

Categories:

Tags:

Comments are closed